MukoJambi.Com, Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi tak lagi ingin sekadar “menimbun masalah”. Gubernur Jambi, Al Haris, secara tegas menyatakan siap all out mendukung percepatan pembangunan proyek raksasa Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste-to-energy di wilayah Jambi Raya.
Pernyataan keras ini disampaikan saat penandatanganan kerja sama lintas daerah yang disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (11/04/2026) malam.
“Ini bukan lagi wacana. Kita siap dari sisi daerah, terutama penyediaan lahan. Program ini harus jalan,” tegas Al Haris.
Program ambisius ini berpijak pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, yang menjadikan sampah perkotaan sebagai sumber energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.
Targetnya tak main-main, Wilayah dengan timbunan sampah minimal 1.000 ton per hari wajib bertransformasi.
Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq, bahkan memberi sinyal kuat bahwa proyek ini akan dibiayai melalui APBN dan segera masuk tahap lelang.
“Respons Jambi sangat cepat. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan sampah sebagai energi listrik,” ungkap Hanif.
Namun, ia mengingatkan prosesnya tidak instan. Dari penandatanganan hingga realisasi, proyek ini bisa memakan waktu hingga tiga tahun.
Di balik ambisi besar ini, tersimpan ancaman nyata. Lonjakan jumlah sampah di Jambi yang kian tak terkendali, dipicu pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi, mulai mengarah pada potensi darurat lingkungan.
Al Haris tak menutup mata. Ia mengakui, selama ini pengelolaan sampah masih terjebak pada pola lama: kumpul–angkut–buang.
“Cara lama sudah tidak cukup. Kita butuh lompatan besar dengan teknologi modern.
Sampah bukan lagi musuh, tapi peluang energi,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar infrastruktur, tapi solusi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
“Ke depan, sampah yang selama ini jadi sumber penyakit, justru bisa menjadi energi bagi masyarakat,” katanya.
Melalui kerja sama ini, Pemprov Jambi bersama kabupaten/kota seperti Kota Jambi, Muaro Jambi, Batang Hari, Tanjung Jabung Barat, hingga Tanjung Jabung Timur, bersatu dalam satu misi mengubah krisis sampah menjadi kekuatan energi baru.
Jika proyek ini berhasil, Jambi bukan hanya bebas dari ancaman gunungan sampah, tapi juga berpotensi menjadi lumbung energi hijau baru di Indonesia. (Red).
Ledakan Sampah Jambi jadi Listrik! Al Haris Tancap Gas Wujudkan Proyek Raksasa Waste to Energy
