MukoJambi.Com, Tanjabtim – Investor asal Eropa mulai masuk ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), menandai dimulainya pengembangan industri kelapa berskala global di wilayah pesisir Provinsi Jambi.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjabtim, Riqo Yudawirja, mengatakan masuknya investor tidak lepas dari kolaborasi pemerintah pusat, tim ahli, dan jaringan internasional melalui program hilirisasi kelapa.
Saat ini, Tanjabtim merupakan salah satu dari tiga besar daerah penghasil kelapa nasional, namun dinilai belum optimal dalam pengolahan hasil. Hilirisasi menjadi fokus untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing ekspor.
Investor Jerman, Phillip Wallat, bahkan turun langsung melakukan riset dengan tinggal bersama petani di Kuala Jambi. Sementara investor Belgia, Marc Van Dael, menjajaki pengembangan industri terpadu dengan kapasitas bisnis hingga 1.000 kontainer per tahun.
Pemerintah daerah kini menyiapkan kawasan industri kelapa terintegrasi yang akan terhubung dengan pelabuhan samudra. Investasi disebut ditanggung pihak investor, sedangkan pemerintah fokus pada lahan dan regulasi.
Sebelumnya, pada 2025, Tanjabtim juga berhasil menarik investasi kelapa sawit senilai Rp460 miliar.
Masuknya investor asing ini diharapkan mendorong Tanjabtim menjadi pusat industri kelapa nasional sekaligus pemain baru di pasar global, serta membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ( Tim ).
Kelapa Tanjabtim Siap Tembus Pasar Dunia
