MBG Dua Sekolah di Tanjabtim Dipertanyakan

Mukojambi.Com, Tanjabtim – Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi anak bangsa kini menuai tanda tanya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Pasalnya, siswa di SMPN 21 Kelurahan Talang Babat dan SDN 217 Parit Culum I, Kecamatan Muarasabak Barat, disebut sudah hampir tiga bulan tidak lagi menerima program tersebut.

Mandeknya distribusi MBG ini memunculkan pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi hingga program yang menyasar kebutuhan dasar pelajar itu terhenti dalam waktu cukup lama?

Salah seorang siswa SMPN 21 yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku sudah lama tidak lagi menerima MBG yang sebelumnya rutin dibagikan.

“Sudah lama Pak, kami tidak dapat lagi MBG itu,” ujarnya singkat.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah siswa SDN 217. Mereka mengaku sudah cukup lama tidak lagi menerima makanan bergizi gratis sebagaimana biasanya.

Tak hanya siswa, orang tua murid pun mempertanyakan keberlangsungan program tersebut. Salah seorang wali murid mengaku kecewa karena program yang seharusnya menjaga asupan gizi anak justru terhenti tanpa kejelasan.

“Kalau memang penyedianya sudah tidak mampu menjalankan program ini, sebaiknya diserahkan kepada yang lebih siap. Kasihan anak-anak, hak mereka seharusnya dipenuhi, bukan malah terkatung-katung seperti ini,” keluhnya.

Lantas, siapa yang bertanggung jawab atas terhentinya program tersebut?

Koordinator Kecamatan Muarasabak Barat, Edi Saripudin, menyebut pihaknya telah berupaya mendorong agar program tetap berjalan. Namun menurutnya, pelaksanaan teknis berada di tangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Mekanisme pelaksanaan sudah kita sampaikan, bahkan kita juga memberikan solusi agar program tetap berjalan sesuai harapan kepala negara,” jelas Edi, Senin (1/6/26).

Ia juga mengungkapkan bahwa distribusi MBG oleh SPPG yang berada di Kelurahan Nibung Putih, Kecamatan Muarasabak Barat, mulai tidak maksimal sejak 13 April 2026 hingga awal Juni 2026.

“Kalau memang ada persoalan internal, kita sarankan diselesaikan dengan baik-baik agar program ini tetap berjalan sesuai harapan semua pihak,” imbuhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti apa penyebab utama terhentinya distribusi MBG tersebut.

Publik pun kini menunggu penjelasan resmi dari pihak SPPG terkait keberlanjutan program yang menyangkut kebutuhan gizi ratusan pelajar itu. (Red).