Mukojambi.com, Tanjabtim – Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., kembali menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat berdiskusi bersama Tenaga Ahli Gubernur Jambi.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mulai dari angka kemiskinan, stunting, keterbatasan kapasitas fiskal daerah, hingga kondisi infrastruktur yang belum memadai.
Menurut Dillah, salah satu persoalan paling mendesak adalah rendahnya tingkat kemantapan jalan di Tanjung Jabung Timur yang saat ini baru mencapai sekitar 16 persen. Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas masyarakat sekaligus mengganggu distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, hingga akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.
“Permasalahan utama Tanjab Timur saat ini adalah infrastruktur jalan. Jika akses jalan tidak segera ditingkatkan, maka berbagai potensi daerah akan sulit berkembang secara optimal,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi kendala utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur. Karena itu, Pemkab Tanjung Jabung Timur membutuhkan dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jambi maupun Pemerintah Pusat melalui APBN.
“APBD kita sangat terbatas, sehingga diperlukan dukungan dari APBD Provinsi dan APBN agar pembangunan dapat berjalan lebih maksimal,” tegasnya.
Dalam paparannya, Dillah juga mengungkap dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat buruknya kondisi infrastruktur. Berdasarkan hasil perhitungan pemerintah daerah, kerugian ekonomi di satu kecamatan dapat mencapai sekitar Rp40 miliar setiap tahun akibat terganggunya distribusi barang dan jasa.
Kerugian tersebut berasal dari meningkatnya biaya transportasi, tingginya ongkos distribusi, bertambahnya waktu tempuh, hingga menurunnya efisiensi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Total kerugian ekonomi bisa mencapai Rp40 miliar dalam satu tahun hanya di satu kecamatan akibat kondisi infrastruktur yang kurang baik,” jelasnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi. Menurutnya, masyarakat kerap menyampaikan keluhan kepada pemerintah kabupaten saat jalan mengalami kerusakan, meski penanganannya merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Untuk itu, Dillah berharap Pemerintah Provinsi Jambi dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan dan perbaikan ruas-ruas jalan strategis di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Pusat guna memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai merupakan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, dan mempercepat kesejahteraan masyarakat. ( ***).
Bupati Dillah Berupaya Dorong Percepatan Pembangunan Jalan Mantap di Tanjab Timur
