Mukojambi.com, Jambi – Sejauh mana program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan migas mampu memberikan dampak nyata bagi warga di sekitar wilayah operasi? Pertanyaan itu menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Media Field Trip SKK Migas–KKKS Wilayah Jambi Tahun 2026 yang diikuti 60 anggota dan pengurus Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Jambi, Selasa (23/6/26).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kerja Bersama Tahun 2026 SKK Migas–KKKS Sumbagsel tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat sinergi antara insan pers dan industri hulu minyak dan gas bumi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para jurnalis untuk melihat langsung implementasi program pengembangan masyarakat yang dijalankan perusahaan migas di Provinsi Jambi.
Rombongan memulai kegiatan dari Kantor PHR Zona 1 di Kenali Asam, Kota Jambi, sebelum melanjutkan kunjungan ke lokasi Fire Ground HSSE Pertamina EP Jambi Field dan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.
Berbagai agenda mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari pemaparan operasional perusahaan dan aspek HSSE, sesi diskusi, atraksi Fire Ground HSSE, hingga kunjungan lapangan ke lokasi program pemberdayaan masyarakat.
Ketua FJM Jambi, Mursyid Sonsang, mengatakan organisasi yang berdiri sejak 2014 itu terus berkembang dan berkomitmen menjadi jembatan informasi antara industri migas dan masyarakat.
“Awalnya anggota FJM hanya sekitar 17 orang. Alhamdulillah saat ini telah berkembang menjadi 60 anggota dan pengurus, bahkan masih banyak yang ingin bergabung. FJM tetap konsisten menjadi wadah penyampaian informasi migas yang berimbang dan berkeadilan,” ujarnya.
Menurut Mursyid, peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang objektif terkait kontribusi industri migas terhadap pembangunan daerah dan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Kurnia Ari Wijayanti, berharap sinergi dengan media terus diperkuat guna mendukung penyebaran informasi yang akurat mengenai sektor hulu migas.
“Kami berharap dukungan rekan-rekan media dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Saat ini SKK Migas tidak hanya menunggu investor datang, tetapi juga aktif menjemput investor guna mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan SKK Migas dan KKKS, di antaranya Officer Relations PT Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Renita Yulia Kuswindrianti, Pjs Field Manager Pertamina EP Field Jambi Alfian Mayando, Officer Emergency Response Pertamina EP Field Jambi Herkiki Suko Widayanto, serta perwakilan PetroChina International Jabung Ltd.
Pada sesi kunjungan lapangan, peserta menyaksikan langsung program budidaya ikan air tawar berbasis bioflok yang dikembangkan Pertamina EP Jambi di Desa Kasang Lopak Alai. Program ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas warga sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Kepala Desa Kasang Lopak Alai, Fawi, mengaku merasakan manfaat dari program yang didukung SKK Migas dan KKKS tersebut. Ia berharap pendampingan terhadap kelompok budidaya ikan air tawar dapat terus berlanjut.
“Program yang dibuat SKK Migas dan Pertamina sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Kami berharap pendampingan terhadap kelompok budidaya ikan air tawar terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan desa,” ujarnya.
Ia optimistis Desa Kasang Lopak Alai dapat berkembang menjadi salah satu sentra budidaya ikan air tawar di Kabupaten Muaro Jambi yang mampu menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.
Sebagai penutup, seluruh peserta melakukan penandatanganan komitmen bersama bertajuk
“Menguatkan Kolaborasi untuk Mewujudkan Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Berbasis Bioflok yang Mandiri, Produktif, dan Berkelanjutan”.
Melalui kegiatan Media Field Trip ini, sinergi antara SKK Migas, KKKS, dan insan pers diharapkan semakin kuat dalam mendukung komunikasi yang konstruktif sekaligus mendorong keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi migas. (Red).
Media Field Trip FJM Jambi 2026: Bagaimana SKK Migas dan KKKS Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa?
